Selasa, 22 September 2015

Puisiku



Rindu tapi Ragu
Aku cemas !
Selembar kertas  telah siap di meja atas
Ah, pensil itu menjauh. Terlempar sikutku mendekati tas
Oh, sudahlah tulis saja. Apa susahnya
Tidak! Mungkin saja kau sudah berubah
Suara burung  mentertawakan ku tak henti-hentinya.
Keranjang sampah penuh amarah
Daripada rindu kabar, mending menahan lara
26 Mei 2015



Jus Melon
Hijau pudar, serat putih
Nikmat! Remukan padat menambah suasana siang ini
Sruput hampir sampai permukaan gelas plastik putih
Sedotan biru berlumur busa. Nanti!
Pasti kubuang hingga terdengar bunyi
Atau menunggu orang menyuruh
Tanda  masih kering  tenggorokan ini
Biarkan saja sampah ini menjadi koleksi
Agar semua orang tahu sungguh nikmat minuman ini
 26 Mei 2015


Seutai Rahasia
Siang terik begitu menyengat
Basah, lengket menjadi satu
Terurai rambut panjang, menyimpan seutai rahasia
Ku sibakan, kuraba, kucari, ku gosok-gosokan dengan sisir. Masih saja setia
Terik telah di singkirkan sejuk. Seutai rahasia mulai menyingkir satu-persatu
Ku siram dengan pewangi melati. Aroma sedap, mencium membuatku tak henti
Pori-pori kecil kemudian membesar, mematikan sampai bawah akar
Sungguh segar !
26 mei 2015